Group Facebook Skripsi Buat Kamu

Mendapatkan skripsi menjadi lebih murah dan mudah, cukup sekali bergabung di group maka anda bisa mendapatkan password yang anda minta sepuasnya. Promo (pendaftaran Rp 10.000) dibuka lagi bulan Desember 2014

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL ELEMEN INKUIRI

kata kunci : karya ilmiah, life skill, pendekatan kontekstual, inkuiri
 
Keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang rendah dan perlu ditingkatkan. Faktor yang mempengaruhi rendahnya keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 adalah kurangnya minat terhadap keterampilan menulis dan proses pembelajaran keterampilan menulis yang masih klasikal, sehingga siswa kurang berminat terhadap pembelajaran keterampilan menulis. Pendekatan kontekstual elemen inkuiri adalah pendekatan  pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar mandiri, menemukan  pengetahuan baru secara mandiri dan kreatif, sehingga siswa tidak hanya dikenalkan dengan teori, tetapi  dikenalkan langsung pada konteksnya. Pembelajaran inkuiri adalah pembelajaran yang dapat memberikan bekal life skill siswa yang meliputi personal skill, social skill, dan academic skill agar siswa mempunyai keahlian dalam bidang tertentu sehingga dapat menemukan dan menggali potensi sendiri.
 
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu : 1) bagaimana peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 dengan menggunakan pendekatan kontekstual elemen inkuiri, dan 2) bagaimana peningkatan life skill yang meliputi personal skill, social skill dan academic skill siswa kelas II-5 setelah pembelajaran keterampilan menulis karya ilmiah diterapkan dengan menggunakn pendekatan kontekstual elemen inkuiri. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang dengan menggunakan pendekatan kontekstual elemen inkuiri dan mendeskripsikan peningkatan life skill siswa setelah kegiatan pembelajaran diterapkan dengan pendekatan kontekstual elemen inkuiri.

 Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan teori daur siklus Kemmis dan Taggart. Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas 2 siklus, masing-masng siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pengamatan, tindakan, dan  refleksi. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang tahun ajaran 2004/2005. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis karya ilmiah sebagai variabel hasil, dan pendekatan kontekstual elemen inkuiri adalah variabel proses. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan nontes, instrumen tes berupa nilai hasil karya ilmiah siswa kelas II-5 yang meliputi 8 aspek penilaian, yaitu 1) sistematika penulisan, 2) kemampuan berpikir logis, 3) kesesuaian judul  dan isi, 4) kemampuan menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang  disempurnakan, 5) kemampuan menulis paragraf, kalimat, dan kata, 6) kemampuan menulis sumber kutipan, 7) kemampuan menulis daftar pustaka, dan 8) kerapian penulisan karya ilmiah. Instrumen yang kedua adalah instrumen nontes, yaitu 1) lembar observasi, 2) jurnal siswa, 3) pedoman wawancara, 4) dokumentasi foto. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik pengumpulan data nontes dilakukan dengan kegiatan  observasi, jurnal siswa, wawancara, dan dokumentasi foto. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara kuantitatif deskripsi dengan rumus statistika untuk menganalisis data tes, dan kuantatif dengan kategorisasi dan deskripsi untuk menganalisis data nontes, yaitu mendeskripsi lembar observasi, hasil jurnal siswa, pedoman wawancara yang dilakukan dengan teknik catat dan rekam, serta dokumentasi foto.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual elemen inkuiri sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang dan dapat meningkatkan life skill siswa yang meliputi personal skill, social skill, dan academic skill. Peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 terlihat pada siklus I dan  siklus II Hasil tes keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 pada tahap  prasiklus menunjukkan nilai rata-rata sebesar 62,13, pada siklus I meningkat menjadi 69,58 dan hasil tersebut meningkat lagi pada siklus II yaitu 77,15. Peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang diikuti dengan peningkatan life skill, hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis lembar observasi siklus I dan siklus II  yang menunjukkan hasil analisis lembar observasi siklus I memiliki rata-rata sebesar 29,32 % dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 60,64 %.  Saran yang direkomendasikan adalah guru harus mampu memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai dan penguasaan keterampilan berbahasa yang diharapkan, sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan kreatif untuk mendapatkan bekal serta keahlian sesuai dengan minat dan bidang masing-masing siswa.

KODE : PBSI.A.5
UNDUH : MEDIAFIRE

MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGUMUMKAN DENGAN TEKNIK SIMULASI

Kata kunci: kompetensi mengumumkan, teknik simulasi, SMK Perintis 29.

Keterampilan berbicara khususnya kompetensi mengumumkan di kelas X Tata Busana 2 SMK Perintis 29 Ungaran masih rendah dan masih perlu ditingkatkan. Siswa masih kurang percaya diri dan merasa canggung bila diberi kesempatan untuk berbicara di depan khalayak. Oleh karena itu, sangatlah memprihatinkan apabila siswa yang akan lulus tetapi tidak memiliki keterampilan berbicara khususnya mengumumkan dengan baik. 

Berdasarkan uraian di atas permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini yaitu 1) bagaimanakah peningkatan kompetensi mengumumkan dengan teknik simulasi pada siswa kelas X Tata Busana 2 SMK Perintis 29 Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2006/2007, dan 2) bagaimanakah perubahan tingkah laku siswa yang ditunjukkan saat mengikuti pembelajaran mengumukan dengan teknik simulasi pada siswa kelas X Tata Busana 2 SMK Perintis 29 Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2006/2007. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui peningkatan kompetensi mengumumkan setelah mengikuti pembelajaran dengan teknik simulasi, dan 2) mengetahui perubahan tingkah laku siswa yang ditunjukkan pada saat mengikuti pembelajaran mengumumkan dengan teknik simulasi.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang meliputi 2 siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara berdaur yang terdiri atas empat tahap yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan 3) observasi, dan 4) refleksi. Data penelitian diambil melalui  tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian keterampilan berbicara
berupa penilaian kompetensi mengumumkan dengan simulasi. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, jurnal, dokumentasi foto, rekaman pita, rekaman video serta sosiometri. Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui teknik  simulasi, kompetensi mengumumkan siswa meningkat sebesar 6,97 %. Pada siklus I,  nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 70,56 sedangkan pada siklus II, hasil yang diperoleh sebesar 75,48. Perilaku yang ditunjukkan siswa pun berubah setelah diberikan tindakan. Siswa lebih bersemangat dan terlihat tidak begitu grogi dan canggung pada saat berbicara di depan kelas.
Selanjutnya dari hasil penelitian tersebut, saran yang dapat direkomendasikan antara lain 1) Guru hendaknya dapat berusaha agar dapat lebih kreatif dalam memilih teknik pembelajaran bahasa Indonesia, 2) Guru bidang studi lain hendaknya dapat mengadopsi teknik simulasi ini untuk pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan tidak membosanan, 3) Para pakar atau praktisi bidang pendidikan  khususnya bidang pendidikan bahasa dan sastra dapat melakukan penelitian yang  sejenis dengan menggunakan teknik pembelajaran yang berbeda, sehingga
didapatkan berbagai alternatif teknik pembelajaran kompetensi mengumumkan siswa.
KODE : PBSI.A.4
UNDUH : MEDIAFIRE

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL KOMPONEN PEMODELAN

Kata kunci: keterampilan menulis teks berita, pembelajaran kontekstual,  pemodelan.

Keterampilan menulis teks berita siswa SMP Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang masih kurang. Hal ini disebabkan oleh faktor ketidaktepatan  pemilihan pendekatan pembelajaran yang digunakan guru. Pendekatan yang  digunakan oleh guru masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan sehingga ceramah menjadi pilihan utama dalam pembelajaran tersebut. Faktor lain yang berasal dari siswa adalah kurangnya motivasi untuk menulis teks berita karena ada anggapan bahwa menulis teks berita adalah kegiatan yang sulit. 

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peningkatan keterampilan menulis teks berita pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan dan (2) perubahan tingkah laku siswa  setelah pembelajaran menulis teks berita dilaksanakan dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks berita siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstua komponen pemodelan, dan (2) perubahan tingkah laku pada siswa. Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan praktis. Manfaat teoretis penelitian ini adalah
menambah khasanah pengetahuan tentang menulis teks berita dan mengembangkan teori pembelajaran menulis teks berita melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen  pemodelan, manfaat bagi guru adalah memberikan alternatif pemilihan pendekatan pembelajaran menulis teks berita khususnya dalam menerapkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan, sedangkan bagi siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis teks berita.

Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis teks berita dan pembelajaran kontekstual komponen pemodelan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data,  yaitu teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui perhitungan  dari masing-masing siklus kemudian dibandingkan yaitu antara hasil siklus I dengan hasil siklus II. Hasil ini akan memberikan gambaran mengenai persentase peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan, sedangkan teknik nontes yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan jurnal. Teknik analisis data dilakukan secarakuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif dipakai untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes menulis teks berita pada siklus I dan II.  Keterampilan menulis teks berita pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang meningkat setelah menggunakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan  sebesar 12,39%. Rata-rata skor  pada siklus I menunjukan peningkatan dibandingkan dengan rata-rata skor pada prasiklus 68,29%menjadi 74,51%. Rata-rata skor  yang dicapai pada siklus II sebesar 80,68% , ini menunjukan peningkatan sebesar 13,50% dari prasiklus ke siklus I, 69,29% dari siklus I ke siklus II, dan 18,93% dari siklus prasiklus ke siklus II. Perubahan tingkah laku yang tampak dalam pembelajaran menulis teks berita dengan pembelajaran kontekstual komponen pemodelan yaitu siswa merasa senang, lebih bersemangat, aktif, dan lebih mandiri dalam mengerjakan tugasnya.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan guru mata pelajaran  Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya menggunakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan dalam kegiatan menulis teks berita. Kemudian, siswa supaya mengikuti pembelajaran dengan baik dan berlatih menulis khususnya teks berita. Saran yang ditujukan kepada peneliti lain
adalah agar melaksanakan  penelitian lanjutan dari penelitian ini dengan aspek yang lain, untuk khasanah ilmu bahasa.
 
KODE : PBSI.A.3
UNDUH : MEDIAFIRE

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI DISKUSI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL FOKUS PEMODELAN

Kata Kunci: keterampilan berbicara, diskusi, pendekatan kontekstual fokus pemodelan.

Pada umumnya, dalam situasi resmi siswa SMA masih mengalami kesulitan  untuk menyampaikan gagasan, pikiran, pertanyaan dan sebagainya menggunakan ragam bahasa lisan dengan baik dan benar. Hal ini juga dialami oleh sebagian besar siswa SMA Negeri I Jepara. Hal tersebut disinyalir karena rendahnya kreativitas guru dalam menentukan teknik pembelajaran keterampilan berbicara  kepada siswa. Rasa kurang percaya diri, gugup ataupun grogi senantiasa  melingkupi diri siswa setiap pembelajaran berlangsung. Fenomena seperti ini merupakan permasalahan yang perlu segera ditemukan alternatif-alternatif pemecahannya. Dengan demikian, pembelajaran keterampilan berbicara merupakan suatu sarana yang dapat digunakan siswa untuk mengembangkan potensi berbicara seluas-luasnya. Salah satu upaya yang dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran keterampilan berbicara melalui diskusi dengan pendekatan kontekstual fokus pemodelan.

Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan keterampilan berbicara siswa setelah mengikuti pembelajaran berbicara dengan pendekatan kontekstual  fokus pemodelan, dan 2) bagaimana perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan kontekstual  fokus pemodelan. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui peningkatan keterampilan berbicara siswa setelah mengikuti pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan kontekstual  fokus pemodelan, dan 2) mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan kontekstual  fokus pemodelan.  
Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian, metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara berdaur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yan digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian keterampilan berbicara berupa penilaian keterampilan berbicara melalui diskusi. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, dokumentasi foto, rekaman pita, rekaman video, dan  sosiometri. Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.  Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui pendekatan kontesktual fokus pemodelan (modeling), keterampilan berbicara siswa meningkat sebesar sebesar 7,8%. Pada siklus I, nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 73,4%, sedangkan pada siklus II, hasil yang dicapai sebesar 81,2%. Perilaku yang ditunjukkan siswa pun berubah setelah diberikan tindakan. Siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran, bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya, tidak gugup atau grogi dan semakin percaya diri ketika berbicara di depan kelas.

Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, saran yang dapat direkomendasikan antara lain 1) para guru Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya kreatif dalam menentukan pendekatan dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa agar siswa tidak merasa jenuh dengan pembelajaran yang dihadapi, 2) para guru Bahasa dan Sastra Indonesia dapat menggunakan teknik diskusi dengan
pendekatan kontekstual fokus pemodelan untuk membelajarkan keterampilan berbicara, 3) para guru bidang studi lain dapat mengadaptasi teknik pembelajaran ini dalam membelajarkan mata pelajaran kepada siswa, dan 4) para pakar atau praktisi bidang pendidikan bahasa dapat melakukan penelitian serupa dengan teknik pembelajaran yang berbeda, sehingga didapatkan berbagai alternatif teknik pembelajaran keterampilan berbicara siswa.

KODE : PBSI.A.02
UNDUH : MEDIAFIRE / 4SHARED

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DIAGRAM MELALUI PENDEKATAN PAKEM DENGAN MEDIA OVERHEAD TRANSPARANS

ABSTRAK

Kata kunci: keterampilan membaca diagram, media overhead transparans,  pendekatan PAKEM.

Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan. Membaca merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dan harus dikuasai siswa agar dapat mengikuti seluruh kegiatan dalam proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah serta bekerja di masyarakat. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, keterampilan membaca diagram kelas VII A SMP Negeri 1  Watukumpul Pemalang masih rendah. Hal ini dilihat pada nilai rata-rata hasil tes yang belum mencapai target. Rendahnya keterampilan siswa dalam membaca diagram ini disebabkan oleh faktor internal yang berasal dari siswa dan faktor eksternal yang berasal dari teknik yang digunakan guru dalam mengajar kurang tepat. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca diagram siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang digunakan pendekatan PAKEM melalui media overhead transparans.

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah (1) bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca diagram siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan PAKEM melalui media overhead transparans?, (2) bagaimana perubahan perilaku siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan PAKEM melalui media overhead transparans?. Berdasarkan masalah yang dikaji dalam penelitian ini, tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca diagram siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan PAKEM melalui media overhead transparans?, (2) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan
PAKEM melalui media overhead transparans?.  Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua tahap yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi,dan refleksi.
 
Subjek penelitian ini adalah keterampilan membaca diagram siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang sebanyak 44 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambilan data berupa pedoman observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data tes dilakukan  secara kuantitatif, sedangkan analisis data nontes dilakukan secara kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca diagram setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan PAKEM melalui  media overhead transparans. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang yang meliputi tes pratindakan, tes siklus I, dan tes siklus II. Pada pratindakan nilai ratarata kelas yang diperoleh sebesar 45,50. Pada siklus I nilai rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 60,93 atau meningkat sebesar 15,44% dari pratindakan. Pada siklus II meningkat sebesar 17,21% dari rata-rata siklus I yaitu menjadi 78,14. Peningkatan ini membuktikan keberhasilan membaca diagram dengan pendekatan 
PAKEM melalui media overhead transparans. Peningkatan keterampilan membaca diagram ini diikuti dengan perubahan perilaku siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang. Perilaku siswa yang sebelumnya negatif mengalami perubahan menjadi positif atau menjadi lebih baik. Pada siklus II terlihat lebih tertarik terhadap metode pembelajaran yang digunakan guru dan siswa juga terlihat lebih aktif bertanya, berdiskusi dengan kelompoknya serta dalam mengomentari pekerjaan kelompok lain. Selain itu, siswa juga terlihat lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

Simpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran dengan pendekatan  PAKEM melalui media overhead transparans dapat meningkatkan keterampilan membaca diagram siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Watukumpul Pemalang. Selain itu, perilaku siswa juga mengalami perubahan ke arah positif dari yang sebelumnya negatif. Dari penelitian ini, peneliti menyarankan pada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia agar selalu menggunakan media yang lebih variatif dalam pembelajaran agar siswa lebih tertarik dan senang dalam menerima pelajaran. Saran terhadap siswa agar dalam mengikuti proses pembelajaran lebi semangat dan selalu berperilaku positif. Saran terhadap sekolah yang menjadi objek penelitian hendaknya menyediakan sarana penunjang dalam proses pembelajaran di kelas, sedangkan saran terhadap peneliti lain hendaknya bisa melanjutkan penelitian dengan media yang lebih bervariatif dan dengan metode pembelajaran yang lebih baik lagi.
 
KODE : PBSI.A.1
UNDUH : MEDIAFIRE / 4SHARED

Keefektifan Layanan Konseling Individu untuk Mengurangi Kecemasan Siswa

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kecemasan dapat dialami siapapun dan dimana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Kecemasan pada umumnya berhubungan dengan adanya situasi yang mengancam atau membahayakan. salah satu usaha sekolah untuk mengurangi kecemasan siswa adalah dengan layanan konseling individu.

Kode : PBK.B.10
Download : MEDIAFIRE
=======================================================
Untuk Passwordnya ada di grup Skripsi Buat Kamu
(Gak tau? liat pojok kanan atas, ada gambar FB besar banget tuh yg di klik)
=======================================================

Efektifitas Konseling Kelompok Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdo'a. Pada kenyataannya, sering dijumpai anak-anak yang kesehariannya berperilaku tidak sopan dan sering melanggar tata tertib sekolah. Untuk itu diperlukan suatu bimbingan yang memberikan bekal yang cukup kepada siswa. Konseling kelompok merupakan cara yang amat baik untuk menangani konflik-konflik individu dan membantu individu dalam pengembangan kemampuan pribadi mereka.

Kode : PBK.B.09
Download : MEDIAFIRE
=======================================================
Untuk Passwordnya ada di grup Skripsi Buat Kamu
(Gak tau? liat pojok kanan atas, ada gambar FB besar banget tuh yg di klik)
=======================================================